ANTAREZ CORPORATED

WELCOME TO MY BLOG

SALAM GEOGRAFI

WELCOME TO MY BLOG!!!

ENJOY THE TRIP

Selasa, 17 Agustus 2010

Proses Pembentukan Batuan

Salam Geografi!!!

Teman - teman sering melihat batuan yang ada disekitar kita? tahu tidak dari mana batuan tersebut terbentuk? apabila belum mengetahui dari mana batuan tersebut terbentuk, sini - sini baca penjelasan dari hasil kuliah saya di mata kuliah GEOLOGI.


Kita akan memulai dari Klasifikasi cara pembentukan batuan yang dibagi kedalam tiga golongan batuan, yaitu: batuan beku, batuan sedimen (endapan) dan batuan  metamorf (berubah bentuk).
1. Batuan Beku (igneous rocks) terjadi dari proses pembekuan suatu massa cairan panas yang keluar dari gunung api (magma) karena mengalami pendinginan. Batuan beku sendiri dibagi lagi menjadi dua,  batuan beku luar (effusive) dan batuan dalam (plutonic). 
a. Batuan beku luar(effusive), batuan beku sebagai hasil pembekuan magma yang keluar di atas permukaan bumi baik di darat maupun di bawah muka air laut. Pada saat mengalir dipermukaan masa tersebut membeku secara relatif cepat dengan melepas kandungan gasnya. Oleh karena itu sering memperlihatkan struktur aliran dan banyak lubang gasnya (vesikuler)
b. batuan hasil pembekuan magma didalam perut bumi. Ukuran mineralnya kasar,  > 1 atau bahkan 5 mm. Ada beberapa bentuk batuan beku intrusi.

2. Batuan Endapan (sedimentary rocks), terjadi dari proses pengendapan dan atau pemadatan bagian - bagian hasil pelapukan batuan beku atau batuan metamorf. Bila hasil endapan tersebut sudah keras maka disebut batuan endapan, bila masih agak lunak dan terlepas - lepas disebut aluvial atau bahan endapan.


3. Batuan Metamorf (metamorphic rocks) adalah batuan yang terjadi karena adanya perubahan dari batuan beku dan atau batuan endapan yang disebabkan oleh pengaruh temperatur dan tekanan yang sangat tinggi. Sebagai contoh dari batuan ini adalah marmer atau batu pualam yang berasal dari batu kapur.


Semoga dengan penjelas yang ringan ini dapat membuka sedikit gambaran teman - teman menganai proses terjadinya batuan.

Best Regards!
Ma'uL

Sabtu, 24 Juli 2010

Padanan Beberapa Nama Tanah

Padanan nama tanah antara Soil Taxonomy tahun 1999 (A) dengan berbagai sistem klasifikasi tanah lain, yaitu: FAO Unesco tahun 1974 (B), Dudal dan Supraptohardjo tahun 1957 (C) dan Thorp and Smith tahun 1949 (D) adalah sebagai berikut:

(1) Histosol:
(A) Histosol.
(B) Histosols.
(C) Organic Soils.
(D) Bog Soils; Hall Bog Soils.

(2) Entisol:
(A) Entisol.
(B) Lithosols; Rankers; Fluvisols; Regosols; Gleysols; Arenosols.
(C) Lithosols; - ; Aluvials; Regosols; Low-Humic Gley Soils; Regosols.
(D) Lithosols; - ; Alluvial Soils; Regosols; Low-Humic Glei Soils.

(3) Inceptisol:
(A) Inceptisol.
(B) Fluvisols; - ; Cambisols; Cambisols; Gleysols; - ; Solonchaks.
(C) Alluvials; Regosols; Latosols; Brown Forest Soils (Calcisols); Humic Gley Soils (Hydrosols); Low Humic Gley Soils (Hydrosols).
(D) Alluvial Soils; Regosols; Laterit Soils (Latosols); Brown Forest Soils (Braunerde); Humic-Glei Soils; Solonchak.

(4) Vertisol:
(A) Vertisol.
(B) Vertisols.
(C) Regur Soils.
(D) Black Cotton SoilsJRegur.

(5) Andisol:
(A) Andisol.
(B) Andosols.
(C) Andosols.
(D) Ando Soils.

(6) Alfisol:
(A) Alfisol.
(B) Luvisols; Luvisols; Luvisols; Planosols; Solonetz; Nilosols.
(C) Red Yellow Mediterranean Soils; Latosols; - ; Planosols (Hydrosols); - ; - .
(D) - ; Laterit Soils (Latosols); Noncalcic Brown; Planosols; Solonetz Soils; - .

(7) Mollisol:
(A) Mollisol.
(B) Rendzinas; - ; Solonetz; Gleysols; Solonchaks; Greyzems; Phaeozems; Chernozems; Kastanozemz.
(C) Rendzina (Calcisols); Latosols; - ; Humic Gley Soils (Hydrosols); - ; - ; - ; - ; -.
(D) Rendzina Soils; Laterite Soils (Latosol); Solonetz Soils; Humic-Glei Soils; Solonchaks; Prairie Soils; Degraded Chernozem; Chernozems; Chesnut Soils.

(8) Ultisol:
(A) Ultisol.
(B) Nitosols; Acrisols; Planosols; - .
(C) Red Yellow Podsolic Soils; Latosols; Planosols (Hydrosols); Gray Hidromorphic Soils (Hydrosols).
(D) Red-Yellow Podsolic Soils; Laterite Soils (Latosols); Planosols; - .

(9) Oxisol:
(A) Oxisol.
(B) Ferralsols; - .
(C) Latosols ?; Ground-Water Laterite Soils (Hydrosols).
(D) Laterite Soils (Latosols); Ground-Water Laterite Soils.

(10) Spodosol:
(A) Spodosol.
(B) Podsols; - ; Podsols.
(C) Podsols; - ; Ground-Water Podsols.
(D) Podsols Soils; Gray Podsolic Soils; Ground-Water Podsol Soils.

Sumber: Subagyo, Suharta, dan Siswanto (2004) dalam Rayes (2007).

Daftar Pustaka:
Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Edisi ketiga. PT. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta. 233 halaman.
Rayes, M. L. 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Penerbit Andi Yogyakarta. Yogyakarta. 298 halaman.
Subagyo, H., N. Suharta dan A. B. Siswanto. 2004. Tanah-tanah Pertanian di Indoensia. Dalam: Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor.